Beranda > Seputar Gitaris Dunia > Paul Gilbert Akan Mengeluarkan Album Barunya

Paul Gilbert Akan Mengeluarkan Album Barunya

 

Paul Gilbert membuktikan dirinya masih produktif meski tahun-tahun ini cukup sibuk dengan project rangkaian tour reuni Mr. Big. Awal bulan Agustus ini ia merilis album terbarunya yang berjudul Fuzz Universe. Album ini merupakan album solo ke-8 atau secara lebih spesifik adalah album instrumental ke-3 nya.

Cukup sulit dipercaya bahwa album ini baru merupakan album instrumental solo ke-3 yang dihasilkan oleh seorang Paul Gilbert. Terutama jika melihat kiprah solo karirnya pasca meninggalkan Mr. Big pada tahun 1997. Apalagi Paul sempat membuat statement bahwa ia tak akan lagi merilis album solo instrumental setelah merilis Silence Followed By A Deafening Roar yang kemudian sempat dibuktikan oleh dirilisnya album dengan vocal, United States, bersama Freddie Nelson setahun kemudian. Namun beruntung atas desakan fans, Paul akhirnya kembali menelurkan album instrumental.

Sejujurnya menurut saya ini adalah sebuah album yang cukup berhasil menjaga eksistensi Paul sebagai seorang gitaris virtuoso. Namun tidak sebagai seorang musisi. Walau begitu kita perlu mengapresiasi Paulo Gilberto – begitu ia biasa disebut – yang seolah menegaskan bahwa dirinya masih menjadi shredder sejati meski porsi keistimewaan size dan posisi gambar dirinya di katalog gitar Ibanez – yang sudah didukungnya selama 2 dekade ini – belakangan mulai berkurang

Di album ini Paul seperti menampilkan kembali gaya bermain gitar yang biasa ia tampilkan baik sebagai gitaris solo, maupun sebagai gitaris Racer-X atau Mr. Big. Ada sejumlah karya yang bisa disimak -terutama jika anda penggemar musik ala gitaris shredder. Lagu berjudul Fuzz Universe mungkin bisa dibilang sebagai lagu yang merangkum sosok Paul ke dalam sebuah karya musik. Di lagu ini ia cukup banyak memainkan teknik-teknik seperti alternate picking andalannya hingga open string. Ada juga lagu-lagu bernuansa funk klasik seperti track yang diberi judul Count Juan Chutrifo dimana Paul cukup berhasil menyisipkan sweep picking di porsi-porsi yang sempit.

Paul pun masih tetap menunjukkan bahwa ia merupakan salah satu penggemar komposisi-komposisi klasik seperti karya-karya Bach dengan menyajikan nomor Bach Partita in Dm. Nomor ini sekaligus menjadi satu-satunya nomor dimana ia hanya tampil tanpa menggunakan instrumen apapun kecuali sebuah gitar elektrik. Blue Orpheus merupakan salah satu track yang cukup menarik untuk dikulik oleh para pemain gitar. Lagu ini tidak terlalu banyak memperdengarkan sound distorsi sebagai ritem dan juga menampilkan suasana yang agak santai.

Meski album ini mampu menjaga eksistensinya sebagai seorang gitaris shredder, namun secara keseluruhan menurut pendapat saya album ini belum menampilkan yang terbaik dari Paul Gilbert. Bisa dibilang album ini tak memiliki satupun lagu yang memiliki ‘hook’ yang punchy. Mungkin kita akan memiliki alasan yang cukup kuat untuk mendengarkan album ini jika kita seorang penggemar Paul yang cukup concern pada perjalanan sound gitar, teknik, dan karena ini adalah album solo gitar instrumentalnya yang ke-3.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: